Motorik

https://youtu.be/A7ROaSE6WOg?si=FXUJh4lHHrs0WllL

Pada usianya lebih kurang 19 bulan (tepatnya 1 tahun 7 bulan), dia selalu bergerak, tidak pernah bisa menetap satu permainan saja, memagang satu ke satu permainan lagi membuat kita sebagai orang tua sedikit lelah sekali rasanya, mata dan fokus kita hanya mulai pada sianak, karena merasa khawatir akan pergerakkan yang mengakibatkan benturan seperti terjatuh, atau sebagainya yang dapat membahayakan dia tentunya. Tak jarang orang tua bahkan kami sendiri demikian, serasa tak fokus kesuatu hal pekerjaan jika melihat sianak masih aktif bermain dan berlarian bahkan loncat-loncatan karena permintaan perkembangan usianya. Baru terasa sedikit legah dan bisah fokus memulai pekerjaan jikalau dia sudah tertidur. Sebenarnya itu sangat bagus karena merupakan perkembangan motorik dalam pengetahuan kami.

Sebagaimana kita ketahui, perkembangan motorik merupakan salah satu bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak, terutama pada usia batita (bawah tiga tahun). Pada masa ini, anak mulai aktif mengenal lingkungan melalui gerakan tubuh, permainan, serta interaksi dengan orang di sekitarnya.

Motorik sendiri adalah kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan yang melibatkan otot, saraf, dan koordinasi otak. Kemampuan ini berkembang secara bertahap sesuai usia anak, dan itupun ada dua Jenis Perkembangan Motorik ini, yaitu

  1. Motorik kasar ; Motorik kasar melibatkan otot-otot besar pada tubuh. Contohnya:berjalanlarimelompatMenendang bolaMemanjatAktivitas ini membantu anak meningkatkan keseimbangan, kekuatan tubuh, dan koordinasi gerak.
  2. Motorik halus. : Motorik halus menggunakan otot kecil, terutama pada tangan dan jari. Contohnya: memegang pensil, menggambar, menyusun balok, buka tutup botol, makan sendiri menggunakan sendok.Motorik halus penting untuk melatih ketelitian dan koordinasi tangan dengan mata.

Kembali ke atas, melihat sianak yang tadi berpindah permainan dari satu permainan ke permainan lainnya, ini sudah berlangsung sejak usianya lebih kurang 15 bulan (tepatnya 1 tahun 3 bulan), sampai dengan diusianya seperti yang disampaikan pada awal tadi, baru dia menetap pada satu permainan dan ternyata ada sebuah permainan yang dia sukai. Bahkan dalam keseharian bermain, dia merasa kehilangan jika tidak melihat permainan itu.

Awalnya saya tidak mengetahui apa yang diinginkannya itu, dia selalu mengarahkan tangan menunjuk kearah tempat mainan (kotak). Akhirnya satu persatu dikeluarkan, tetapi belum juga membuat dia diam (kondisi menangis). Kesekian harinya, baru dia menemukan permainan yang dicari tadi, ketika saat itu kami bersama keluarga membersihkan rumah. Permainan yang diinginkannya itu berada diatas lemari. Setelah hari itu, dia serasa senang sekali tiap bermain. Saya sambil memperhatikan dan akhirnya membawa dia ketempat dimana dia bisah leluasa bermain. Melihat dia begitu asyik, kami sangat senang dan menyimpan kenangan dalam sebuah akun youtube. Kelak akan menunjukkan kepadanya ketika dia sudah dewasa. 😉

    Tinggalkan komentar