
“Panorama sunset bak painting”
Ini salah satu pantai yang ada di Simeulue Aceh. Mungkin namanya sudah tidak asing lagi dimata wisatawan lokal, nasional, bahkan juga internasional. Pada usia saya masih kanak-kanak, pantai inilah yang sering dikunjungi keluarga, mengingat jaraknya dekat dengan kami tinggal. Tidak ada perubahan yang signifikan di pantai ini, hanya sedikit berubah pengelolaannya. Pemandangannya masih sperti dulu. Apalagi kalau sore hari, view bersama sunsetnya cocok untuk diabadikan, hampir semua warga disini mengabadikan kehandphone mereka bersama sunset dipantai ini. Sangat bagus, apalagi dilihat langsung dengan mata. terlihat bak painting (lukisan).
Memang, tidak sedikit pantai di belahan dunia ini yang memiliki view indah seperti melihat sunset bak lukisan. Disini yang demikian itu sangat berarti. Kenapa begitu? Karena disini jauh dari daratan, tidak ada opsi lain untuk berekreasi selain pantai. Simpulnya buatan alam saja 😀. Misal, air terjun, batu ditengah laut, danau air tawar, dan lainnya. Tidak seperti di daratan/perkotaan banyak opsi mengisi liburan baik buatan alam maupun buatan manusia.
Kemudian, dipantai ini sering juga masyarakat melakukan aktivitas mamukek (sebutan lokal), sebutan umumnya seperti menjaring. Unik kegiatan ini kalau kita saksikan, seperti sebuah adegan pertujukan yang sangat terkoordinir. Dari gaya gerak tubuh satu sama lain harus bersamaan menarik jaring. Jaringnya panjang lebih kurang 100 meter. Sebelumnya, jaring itu diletekkan di pinggir bibir pantai dengan waktu yang tidak bersamaan dengan menarik. Dalam arti kata, jaring diletakkan kebibir pantai dengan durasi yang telah ditentukan terlebih dahulu. Kemudian, ketika saat yang tepat (mereka yang tau) barulah ditarik dan menghasilkan tangkapan ikan-ikan segar.
Nama pantai ini adalah pantai Lasikin, terletak di kecamatan teupah tengah kabupaten simeulue provinsi aceh, tepatnya berada di posisi letak Bandara Udara yang satu-satunya ada di pulau ini. Menarik disini, bisah dikatakan pantai yang memiliki hasilkan nyata. Dalam sepengetahuan saya sebagai warga lokal, belum pernah ada kegiatan masyarakat menjaring ikan beramai-ramai dipantai seperti itu. Sebab itu saya katakan unik disini.

Dari hasil tangkapan ini, tidak sedikit masyarakat membeli langsung hasilnya, bahkan pengunjung pantai juga ambil bagian.
Jenis ikan disini pun berbeda dengan jenis ikan yang biasa dijual dipasar (diluar lasikin). Sebenarnya ini bisah menjadi ladang dan peluang bisnis bagi para penggiat UMKM misalnya. Desa juga bisah ambil andil disini, katakanlah melalui BUMDES pengelolaannya. Bahkan pihak swasta juga berpeluang lho, “peluang membeli bukan menangkap “.
Pemasarannya sangat mudah, bisah dipasarkan dalam lokal maupun ekspor keluar daerah. Pengolahan ikan ini boleh dengan cara dikeringkan ataupun tidak sama sekali. Tetapi, menurut kami pribadi, ikan ini nikmat sekali dikonsumsi dengan cara dikeringkan. karena sangat gurih dan garing.
Nah, selain menikmati sunset, berwisata bersama keluarga dan orang terkasih, kita juga bisah membeli ikan segar . Sangat komplit bukan?